BEST FRIEND FOREVER
Pagi itu sangatlah indah,
terdengarsuara merdu nyanyian burung dan tetesan embun pagi. Seorang gadis
kecil duduk termenung diatas bangku kecil.
Namaku Mutiara
Anggraini Putri,aku duduk di kelas VIII SMPN terfavorite di Bogor. Aku
mempunyai keluarga yang sangat sibuk, ayahku seorang dosen dan bundaku seorang
dokter. Aku mempunyai seorang kakak perempuan, namanya Aisyah Dinda Karina, aku
memanggilnya kak Karin. Dia duduk di kelas XI A SMAN 01 Bogor.
“Hey………..!” suara itu
membuyarkan lamunanku. Dia adalah kedua sahabatku sejak kecil, Zahra dan Safin
namanya.
“Eh,
kalian kok baru datang………?” tanyaku.
“Iya,
habis tadi di jalan macet Ra……” jawab Zahra.
“Ra,
bener nggak katanya ada murid baru di kelas kita?” tanya Safin.
“Ya
nggak tau lah………..dari tadi kan aku duduk disini.” Sahutku
“ya
udah yuk kita masuk..!” ajak Zahra.
Kami bertiga pun
memasuki ruang kelas. Tak lama kemudian, seorang tersenyum manis.
“Assalamu’alaikum……”
sapa Pak Faris.
“Wa’alaikumsalam……”
jawab semua murid.
“Baiklah, ini adalah teman baru
kalian. Ayo perkenalkan diri pada teman-teman……..!”
“Perkenalkan nama saya Kayla
Alya Sagita, biasa dipanggil Alya, terimakasih………..” jelas Alya.
Pak Faris mempersilahkan Alya
untuk duduk disebelahku. Kami bersalaman dan berkenalan.
Di Sekolah, ada
seorang cowok yang suka sama Tiara Sejak kelas VII. Namanya Alan, Sebenarnya
Tiara juga suka sama Alan, tapi Tiara nggak mau mikirin itu dulu. Tiara memang
anak yang pintar, dia selalu mendapat Beasiswa.
Keesokan harinya,
Tiara berangkat sekolah pagi sekali.
“Bunda, Tiara pergi dulu ya?”
“Lho,
nggak sarapan dulu?”
“Nggak
tadi udah bawa bekal kok.”
“Ya
udah hati-hati ya dijalan.”
“Ya
bunda, Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
Tiara pun langsung lari keluar rumah
dan naik ke mobil.
Sesampainya
disekolah, Tiara langsung masuk ke kelas, dan dia sangat kaget. Karena ada
setangkai bunga mawar putih diatas mejanya.
Tiba-tiba Safin dan Zahra mengageti
Tiara dari belakang.
“Woi………………………………!!”
“Eh,
kalian ada apa?”
“Kamu
sendiri kenapa hayo?”
“Iya tuh Fin, nyembunyiin apa tuh?”
“Iya tuh Fin, nyembunyiin apa tuh?”
“Nggak
kok, ah kalian ini.”
“Hey…………………….
Kalian lagi ngapain?” sapa Alya.
“Nggak
kok, kita Cuma ngobrol aja.”
Tet…Tet….Tet..bel
masuk pun berbunyi. Anak-anak memasuki ruang kelas dan pelajaran matematika pun
dimulai. Dan akhirnya selesai juga. Tiara, Zahra, Safin, dan Alya pergi ke
kantin.
“Zahra, Alan itu ganteng ya?”
Tanya Alya.
“Ehm…Ehm…Ehm…iya
emang ganteng.” Jawab Zahra dengan memandang wajah Tiara yang menunduk. Dan
saat itu pula Alan berjalan disamping Tiara dan Alya. Alya menyapa Alan dengan
senyum-senyum sendiri. Namun Alan tak menghiraukannya, Alan tetap melirik ke
arah Tiara.
“Masuk yuk!” ucap Tiara.
“Ayo……………………..” sahut Zahra,
Safin dan Alya.
Tet..Tet…Tet….Bel
pulang sekolah berbunyi, anak-anak berhamburan keluar kelas. Namun Alan dan
Tiara masih didalam.
“Tiara, ayo kamu…..”ajak Safin.
“Iya,
bentar kamu tungguin didepan aja sama Zahra.” Sahut Tiara. Safin dan Zahra
keluar dan menunggu tiara didepan.
“Lan,
kenapa sih kamu kok ngikutin aku terus..?”
“Tiara,
aku cinta sama kamu.”
“Tapi
lan, ya udah deh aku cabut dulu ya, kasihan Zahra sama Safin nunggu didepan.”
Ajak Tiara sambil membereskan bukunya.
“Iya
kamu duluan aja.” Jawab Alan dengan senyumanya yang manis.
Tiara
langsung menghampiri Zahra dan Safin. Dan mereka pulang bersama-sama.
Sesampainya di
rumah, Tiara langsung masuk kamar dan membuka diarynya. Rumah itu sangat sepi.
Keesokan harinya,
Tiara berangkat sekolah seperti biasanya. Sesampainya di sekolah, Dia melihat
Alan dan Alya berdua dan bergandengan tangan. Tiara pun lari melewati mereka
berdua.
“Tiara………………..!” panggil Alan.
“Apa
lan, udah jangan ganggu aku………….!” Bentak Tiara.
Tiara lari sambil menangis
menuju kelas.
Sepulang sekolah,
Tiara tidak seperti biasanya, dia langsung pulang, hal itu membuat Zahra, Safin
dan Alya terheran-heran. Setibanya di rumah, Tiara masuk ke kamar dan menangis.
Tiba-tiba Tiara dikejutkan oleh suara telfon.
“Kring…kring…kring……”
Tiara berdiri dengan mengusap air matanya, dan mengangkat telfon.
“Halo………..Zahra”
“Halo
Tiara, Alya ra Alya..!”
“Iya
Zahra, Alya kenapa..?”
“Alya
kecelakaan, sekarang dia di rumah sakit.”
“Apa….?
Ya udah aku kesana sekarang.”
Sesampainya di rumah sakit,
Tiara melihat Alya terbaring lemah, dan di sekelilingnya ada Zahra, Safin dan
Alan. ketika Tiara mendekati Alya, Alya langsung meminta maaf kepada Tiara.
“Tiara, maafin aku, aku udah
ngrebut Alan dari kamu.”
“Enggak
Alya, Nggak kamu memang pantas memiliki Alan.”
“Makasih
Ra……..!” ucap Alya dengan menghembuskan nafas terakhirnya.
“Alya………………….!”
Teriak Tiara sambil menangis.
Kami bertiga menangis dan berpelukan…………….



0 komentar:
Posting Komentar