Jumat, 16 Maret 2012

Diposting oleh Javierda Arindy di 08.14

BEST FRIEND FOREVER
Pagi itu sangatlah indah, terdengarsuara merdu nyanyian burung dan tetesan embun pagi. Seorang gadis kecil duduk termenung diatas bangku kecil.
            Namaku Mutiara Anggraini Putri,aku duduk di kelas VIII SMPN terfavorite di Bogor. Aku mempunyai keluarga yang sangat sibuk, ayahku seorang dosen dan bundaku seorang dokter. Aku mempunyai seorang kakak perempuan, namanya Aisyah Dinda Karina, aku memanggilnya kak Karin. Dia duduk di kelas XI A SMAN 01 Bogor.
“Hey………..!” suara itu membuyarkan lamunanku. Dia adalah kedua sahabatku sejak kecil, Zahra dan Safin namanya.
                        “Eh, kalian kok baru datang………?” tanyaku.                    
                        “Iya, habis tadi di jalan macet Ra……” jawab Zahra.
                        “Ra, bener nggak katanya ada murid baru di kelas kita?” tanya Safin.
                        “Ya nggak tau lah………..dari tadi kan aku duduk disini.” Sahutku
                        “ya udah yuk kita masuk..!” ajak Zahra.
            Kami bertiga pun memasuki ruang kelas. Tak lama kemudian, seorang tersenyum manis.
                        “Assalamu’alaikum……” sapa Pak Faris.
                        “Wa’alaikumsalam……” jawab semua murid.
“Baiklah, ini adalah teman baru kalian. Ayo perkenalkan diri pada teman-teman……..!”
“Perkenalkan nama saya Kayla Alya Sagita, biasa dipanggil Alya, terimakasih………..” jelas Alya.
Pak Faris mempersilahkan Alya untuk duduk disebelahku. Kami bersalaman dan berkenalan.
            Di Sekolah, ada seorang cowok yang suka sama Tiara Sejak kelas VII. Namanya Alan, Sebenarnya Tiara juga suka sama Alan, tapi Tiara nggak mau mikirin itu dulu. Tiara memang anak yang pintar, dia selalu mendapat Beasiswa.
            Keesokan harinya, Tiara berangkat sekolah pagi sekali.
“Bunda, Tiara pergi dulu ya?”
                        “Lho, nggak sarapan dulu?”
                        “Nggak tadi udah bawa bekal kok.”
                        “Ya udah hati-hati ya dijalan.”
                        “Ya bunda, Assalamu’alaikum.”
                        “Wa’alaikumsalam.”
                        Tiara pun langsung lari keluar rumah dan naik ke mobil.
            Sesampainya disekolah, Tiara langsung masuk ke kelas, dan dia sangat kaget. Karena ada setangkai bunga mawar putih diatas mejanya.
                        Tiba-tiba Safin dan Zahra mengageti Tiara dari belakang.
“Woi………………………………!!”
                        “Eh, kalian ada apa?”
                        “Kamu sendiri kenapa hayo?”
                        “Iya tuh Fin, nyembunyiin apa tuh?”
                        “Nggak kok, ah kalian ini.”
                        “Hey……………………. Kalian lagi ngapain?” sapa Alya.
                        “Nggak kok, kita Cuma ngobrol aja.”
           
            Tet…Tet….Tet..bel masuk pun berbunyi. Anak-anak memasuki ruang kelas dan pelajaran matematika pun dimulai. Dan akhirnya selesai juga. Tiara, Zahra, Safin, dan Alya pergi ke kantin.
“Zahra, Alan itu ganteng ya?” Tanya Alya.
                        “Ehm…Ehm…Ehm…iya emang ganteng.” Jawab Zahra dengan memandang wajah Tiara yang menunduk. Dan saat itu pula Alan berjalan disamping Tiara dan Alya. Alya menyapa Alan dengan senyum-senyum sendiri. Namun Alan tak menghiraukannya, Alan tetap melirik ke arah Tiara.
“Masuk yuk!” ucap Tiara.
“Ayo……………………..” sahut Zahra, Safin dan Alya.
            Tet..Tet…Tet….Bel pulang sekolah berbunyi, anak-anak berhamburan keluar kelas. Namun Alan dan Tiara masih didalam.
“Tiara, ayo kamu…..”ajak Safin.
                        “Iya, bentar kamu tungguin didepan aja sama Zahra.” Sahut Tiara. Safin dan Zahra keluar dan menunggu tiara didepan.
                        “Lan, kenapa sih kamu kok ngikutin aku terus..?”
                        “Tiara, aku cinta sama kamu.”
                        “Tapi lan, ya udah deh aku cabut dulu ya, kasihan Zahra sama Safin nunggu didepan.” Ajak Tiara sambil membereskan bukunya.
                        “Iya kamu duluan aja.” Jawab Alan dengan senyumanya yang manis.
                        Tiara langsung menghampiri Zahra dan Safin. Dan mereka pulang bersama-sama.
            Sesampainya di rumah, Tiara langsung masuk kamar dan membuka diarynya. Rumah itu sangat sepi.
            Keesokan harinya, Tiara berangkat sekolah seperti biasanya. Sesampainya di sekolah, Dia melihat Alan dan Alya berdua dan bergandengan tangan. Tiara pun lari melewati mereka berdua.
“Tiara………………..!” panggil Alan.
                        “Apa lan, udah jangan ganggu aku………….!” Bentak Tiara.
Tiara lari sambil menangis menuju kelas.
            Sepulang sekolah, Tiara tidak seperti biasanya, dia langsung pulang, hal itu membuat Zahra, Safin dan Alya terheran-heran. Setibanya di rumah, Tiara masuk ke kamar dan menangis. Tiba-tiba Tiara dikejutkan oleh suara telfon.
“Kring…kring…kring……”
Tiara berdiri dengan mengusap air matanya, dan mengangkat telfon.
“Halo………..Zahra”
                        “Halo Tiara, Alya ra Alya..!”
                        “Iya Zahra, Alya kenapa..?”
                        “Alya kecelakaan, sekarang dia di rumah sakit.”
                        “Apa….? Ya udah aku kesana sekarang.”
Sesampainya di rumah sakit, Tiara melihat Alya terbaring lemah, dan di sekelilingnya ada Zahra, Safin dan Alan. ketika Tiara mendekati Alya, Alya langsung meminta maaf kepada Tiara.
“Tiara, maafin aku, aku udah ngrebut Alan dari kamu.”
                        “Enggak Alya, Nggak kamu memang pantas memiliki Alan.”
                        “Makasih Ra……..!” ucap Alya dengan menghembuskan nafas terakhirnya.
                        “Alya………………….!” Teriak Tiara sambil menangis.

Kami bertiga menangis dan berpelukan…………….
SELESAI   

0 komentar:

Posting Komentar

 

Javierda Arindy Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Distribution by New Blogger Templates